Saturday, May 28, 2011

Fanfict - Saranghaeyo!!


31 Juli 2011 Minggu pagi yang cerah, secerah hatiku. Aku menekan tuts-tuts piano classic-ku penuh perasaan, sembari merasakan siraman hangatnya sinar mentari dari kaca jendelaku yang tinggi besar. Dentingan-dentingannya menentramkan hatiku. Namun satu getaran dari iPhone-ku membuyarkan kenikmatanku. Ryeowook oppa! “Pagi saeng manis. =) . Oppa tebak, saeng pasti lupa rencana kita hari ini. Hahahaha.. gapapa.. >.< cepet mandi, jam sembilan harus siap!” Aku membaca pesan tersebut dengan seksama. Oppa, aku benar-benar lupa!
Segera saja aku menyambar handukku dan meninggalkan permainan pianoku, juga kamarku yang belum sepenuhnya tertata rapi. Berlari menuju kamar mandi yang jaraknya hanya 2 meter dari tempatku berdiri. Ayo Fira! Oppa akan datang satu jam lagi! Jangan sampai ia harus menunggumu! “Fira.. kamarnya sama ahjumna aja ya..” ujar Ahjumna dari luar. Aku membukakan pintu dan mengangguk. Ahjumna pandai dalam urusan merapikan kamar.
Dongsaeng!” Teriak seseorang dari bawah. Suara Nurul unnie. “Ya Unnie!!” aku balas-berteriak sekencang-kencangnya, semoga dapat terdengar. Tak ada sahutan. Aku bergegas menata kembali penampilanku dan segera turun menuju lantai bawah. “Sip.. ternyata kamu udah siap. Kirain belum.” Ujar Nurul unnie. Aku tak menjawab. ‘Ya ampun.. kirain mau apa..’ “Kapan sih Fira engga siap pergi bareng Wookie Oppa? Hahahaha.. liat tuh lagian, penampilan kamu serasa sok dewasa. Ya, walaupun engga banyak pake make up kaya Wookie oppa. Tapi kata aku, jangan terlalu item-putih deh. Lebih baik pake tas silver sama kalung silver.” Sambung Tika unnie, kakak ketiga-ku. Aku mencibir dan kembali ke kamarku. ‘Tika unnie benar-benar komentator sejati’
Aku mematut penampilanku sekali lagi. Baju tanpa lengan berwarna putih, disambung dengan cardigan hitam bercorak, dipadu celana jeans hitam dan sepatu kets  ‘everlast’ putih. Kalung silver dengan liontin hati melingkar indah di leherku. Aku mengikat rambutku yang sepunggung agar lebih ringkas.  Tas selempang berwarna silver kusandingkan dengan pundak kanan. Penampilanku yang sporty chic  ini tidak terlalu mencolok. Ya, setidaknya tidak menarik perhatian media publikasi.
Unnie, saeng pergi dulu ya.” Ujarku pada unnie pertamaku, Echa Unnie. “Sip.. hati-hati ya.. nanti kalau ada Siwon oppa bilangin, ada salam dari unnie.” Balas Echa unnie. “Oiya, bener. Kalau ada Eeteuk oppa juga.” Bisik Tika unnie yang melewatiku. “Kalau Sungmin oppa gimana nih? Masa engga dikasih salam?” tanyaku, keras. Yeah, bermaksud menyindir Nurul unnie. Nurul unnie yang sedang menikmati MV Mr. Taxi dari SNSD itu tersenyum. Ia mengangkat jempol, lalu berseru “Salam cinta buat dia!”


Oppa!” sapaku setelah masuk ke dalam mobil freed putih yang kemudian meluncur ringan. Ryeowook oppa tidak membalas sapaku. Ia menatap datar seolah tak mendengar sebuah suara apapun. Aku menjawil lengannya, Ia tersenyum. Bukan padaku, tapi pada penjaga rumahku yang membukakan gerbang rumahku. Aku kembali tenang, meskipun agak jengkel dengan sikap oppa yang tak seperti biasanya. Aku mencibir, memalingkan muka. Menikmati pemandangan kota Seoul yang lebih indah daripada sikap oppa hari ini. Dari jembatan layang ini, aku bisa sepenuhnya menikmati keindahan kota Seoul.
“Hahahaha.. Saeng marah ya..” Goda Wookie oppa akhirnya, menjawil pipiku. Aku menoleh. “Ah.. oppa jail nih.. ah…” balasku. Ia tertawa sembari mempercepat laju freed-nya. “Engga ngambek kan?” Tanya Wookie oppa. Aku menggeleng. “Cuman kesel dikit.” Jawabku datar. Aku menoleh, begitupun dengan oppa. Pandangan kami bertemu. Oppa tertawa. “Umma sama Appa saeng ada di mana?” Tanya Wookie oppa. “Di Belanda.” Jawabku ringan. “Pulangnya kapan?” Tanya Oppa lagi. “Sebulan lagi.” Jawabku, datar. Aku melirik, Oppa terlihat tersenyum sendiri. “Kenapa oppa?” tanyaku. Ia hanya menggeleng halus. “Sok misterius banget.” Gumamku kecil. “Apa tadi?” Tanya oppa. Aku menggeleng, membalas perlakuannya.
Jalan menuju Sukira (Super Junior Kiss the Radio) terlihat begitu indah, dengan sinar hangat matahari di musim panas. Gedung-gedung menjulang tinggi, seakan berlomba meraih langit.  Lantunan musik It’s You dari Super Junior mengalun indah, mengiringi perjalanan kami yang dingin. Oppa-lah yang menyalakannya. Taman kota terlihat indah dan berwarna tertimpa sinar sang mentari. Ia lalu menyalakan lagu Bonamana. Sontak saja, kami bergerak sesuai lantunan musik. Suasana mencair. “Hahaha… Oppa sengaja ya? Udah lah, nyetir mah nyetir aja, gak usah pake nari-nari segala..” Ujarku. Oppa tertawa. Lampu merah menyala saat reff dari lagu tersebut mengalun. Serentak kami mengayunkan tubuh kesana-kemari. Menari dengan riang hingga akhirnya kami sampai di tempat tujuan kami, Sukira.
Hyung!” Seru Ryeowook Oppa ketika bertemu dengan Leeteuk oppa dan Eunhyuk oppa. “Hey! Eh.. ada Fira..” Sambut Leeteuk oppa. Aku tersenyum. “Gimana sekarang, tambah deket aja nih sama Wookie..” Goda Eunhyuk oppa. Aku tertawa ringan, Wookie oppa tersenyum. “Ya kalau yang waktu itu nabrak aku Eunhyuk oppa, mungkin aku lebih deket sama oppa.” Ujarku. Kami berempat tertawa. “Ayo, cepat. Bentar lagi On Air.” Ajak Leeteuk oppa yang kemudian mempercepat langkahnya.
Kami mengambil posisi dan mengenakan Headset. “Yap, here we are with dancer Hyuk and angel Teuk.” Buka Eunhyuk oppa. “Ya, tak lupa dengan dua tamu kita tercinta yang baru datang.. Ryeowook dan Fira..” Kami berempat bertepuk tangan untukku dan Wookie Oppa. “Sebenernya kenapa sih kalian bisa deket gitu? Kita semua pengen denger nih ceritanya, kok bisa seorang Fira deket sama Wookie?” Tanya Leeteuk oppa, mewakilkan para pendengar Sukira. Wookie oppa melirikku dan tersenyum. 
“Pokoknya pertamanya sih, kita juga gak saling kenal. Aku sih kenal sama Wookie oppa, dia yang paling aku idolain di SuJu. Tapi mungkin oppa belum kenal aku. Aku juga gak nyangka bisa kenal, bahkan jadi temen deket dari artis yang paling aku kagumin.” Wookie oppa tersenyum, Leeteuk dan Eunhyuk oppa menjawil lengan dan punggung Wookie oppa. “Wah, jangan gitu banget dong, nanti Wookie terbang.” Canda Leeteuk oppa. Kami sontak tertawa renyah.  “Aku waktu itu mau pulang kuliah. Aku lari-lari, takut ketinggalan bus. Pas nyebrang, aku engga liat-liat. Yang aku fokusin cuman satu, takut ketinggalan bus, dan aku udah liat bus itu depan mata. Saat yang sama, ternyata ada mobil SuJu yang lagi disetir ama Wookie oppa, jalannya kenceng banget. Yaudah, aku pasrah deh, ketabrak.” Wookie oppa mencubit lenganku. Aku meringis, kesakitan. Leeteuk dan Eunhyuk oppa yang sebenarnya sudah tahu dan berada di tempat kejadian saat itu tertawa renyah. Wookie oppa tertunduk. Eunhyuk oppa menjawil lengan Wookie oppa.
“Dari situ pokoknya aku ngerasa bersalah. Ya aku bawa tuh Fira ke rumah sakit. Pas itu, aku takut banget. Aku kan orangnya ga tegaan, jadi aku tungguin dia. Eunhyuk, Leeteuk, sama Sungmin hyung aku suruh pulang duluan. Aku masih inget disitu, Fira dijahit 13 jaitan. Sepuluh di leher, sisanya di kepala.” Sambung Wookie oppa. Aku ngilu sendiri mendengarnya. “Di sana, aku engga kepikiran buat nyari informasi tentang dia karena aku gugup banget. Tapi untungnya jam sebelas maleman, dia bangun. Aku suruh dia bener-bener sadar dulu, terus aku panggil perawat.
“Ya terus karena Fira nanya terus dia dimana, aku jelasin semuanya. Ya dia keliatan kaget banget. Di situ juga aku belum tau kalau dia itu fans berat aku.” Ujar Wookie oppa yang membuat Eunhyuk dan Leeteuk oppa berbisik-bisik. Aku tertawa. “Ya bener, disitu aku kaget banget. Ternyata dia tuh Kim Ryeowook oppa, idola jagoan aku di SuJu. Aku sih pengennya teriak dan meluk dia. Cuman mau gimana? Aku engga bisa teriak. Ya udah, aku diem aja.” Terangku. Leeteuk, Eunhyuk dan Ryeowook oppa ber-ooh panjang mendengarkan pengakuanku yang memang belum mereka ketahui.
“Di sana, aku minta Handphone dia, buat ngehubungin keluarganya. Aku nanya tentang orangtuanya. Terus dia malah cerita, kalau orangtuanya sibuk banget, hampir enggak pernah ada di rumah. Orangtuanya suka keliling-keliling ke berbagai Negara buat ngurusin bisnisnya. Akhirnya dia nyaranin aku buat ngehubungin kakak-kakaknya dan ngasih Handphone-nya. Sekalian aja tuh aku simpen nomernya di Handphone aku. Eh taunya kita jadi sering SMS-an, telfon-telfonan, main bareng, dan jadi deket.”
“Dia baru ngaku kalau di ngefans banget sama aku pas SuJu perform di KBS Gaeyo Daejun. Abis manggung dia langsung pergi ke belakang panggung sama ketiga kakaknya dan ngaku kalau sebenernya mereka ELF. Dan mereka juga ngaku, masing-masing punya jagoan di SuJu..” Sambung Wookie oppa. Leeteuk dan Eunhyuk oppa terlihat serius mendengarkan cerita kami hingga akhir, yang tak datar. Kadang tawa canda pun terselip diantara keseriusan dan kedinginan cerita ini. Hingga tak terasa, waktu mengajak kami makan siang dan beranjak dari Sukira, meninggalkan para pendengar yang setia.
“Mau makan dimana?” Tanya Wookie oppa setelah keluar dari area Sukira. “Dimana aja deh, asal jangan terlalu jauh sama gedung SM Entertainment, kan bentar lagi oppa mau latihan.” Jawabku. Oppa terlihat sedang berfikir. Ia melirik jam tangan putihnya. “Masih dua jam lagi kok. Mau makan apa? Yang manis atau asin?” Tanya Wookie oppa lagi. “Yang kayak aku aja deh, yang manis, hahahahaha..” oppa yang gemas melihatku segera saja mendaratkan cubitannya di pipiku. Aku tambah tertawa geli.
Pukul 12.30. kami duduk di J.co. resto & cafĂ©. “Oppa, SuJu latihan buat apa sih?” tanyaku penasaran. Oppa belum menjawab, masih sibuk dengan oreo donut di mulutnya. “Hm.. emangnya Fira ga tau?” Tanya Wookie oppa. Aku menggeleng berat, berat dengan green tea donut di mulutku. “SuJu mau manggung bulan depan.” Lanjutnya datar dan melahap sepotong donut. Aku terkaget, hingga donut yang kulahap masuk ke kerongongan tanpa izin. “Apa? Uhuk.. uhuk..” “Fira.. engga apa-apa?” Tanya wookie oppa sembari menyodorkan sebotol air minum dari tasnya. Aku meminum air putih itu sebanyak yang kubisa, untuk membantu potongan donut itu masuk ke dalam perutku. Ryeowook oppa menepuk-nepuk punggungku. “Udah oppa, aku engga apa-apa.” Ujarku. Oppa kembali ke tempat duduknya. Ia memerhatikanku sebelum melanjutkan makannya yang tertunda.
“Yang sedihnya, Heechul Hyung sakit. Tadi pagi dia telfon. Dia bilang sama oppa buat nyampein ke semuanya. Tapi oppa lupa, haahahahaha.. ketularan kamu nih..” Sambung Wookie oppa. “Yah oppa.. emangnya sifat bisa nular ya? Kalau gitu berarti cengeng aku juga ketularan sama oppa.” Balasku. Oppa tersenyum geli. “Wah.. ngebales nih..” Ujar oppa. “Tapi oppa, kalau Heechul oppa sakit, yang gantiin siapa? ‘Kan Heechul oppa paling nyentrik, gak ada yang bisa nyaingin. Kecewean pula. Dia kan biasanya di tengah. Apalagi kalau No Other, gak mungkin ada yang gantiin posisi dia. Orang paling tengah gitu pas eunhyuk oppa nge-rap.” Aku mengembalikan jalur pembicaraan, lalu menyeruput lemon tea-ku. Ryeowook oppa tampak berfikir dan menyudahi makannya. Lalu tersenyum penuh rahasia. “Ya.. liat aja deh nanti. Ayo, udah jam dua nih, kita harus berangkat ke SM entertainment!” Ajak Wookie oppa sembari beranjak, meninggalkan meja dan menggenggam tanganku.
Kami kini berdiri tepat di depan sebuah gedung yang tinggi menjulang, bertuliskan SM Entertainment. Tanpa basa-basi, segera kami memasuki gedung  tersebut dan menuju tempat latihan SuJu di lantai 7. Derap langkah kami nyaris tak terdengar, begitu banyak orang berkeliaran di gedung ini. Aku melambaikan tangan ketika Sunny unnie dari SNSD melirik ke arahku dan Ryeowook oppa. Unnie itu membalas lambaianku, tersenyum, begitu pun Taeyon unnie yang sedang berjalan bersama Sunny unnie.
“Fira, kemana aja?” Tanya Sungmin oppa sesampainya kami di ruang latihan. Semua member SuJu sudah berkumpul, tak terkecuali Leeteuk dan Eunhyuk oppa yang baru saja selesai on air satu jam yang lalu. “Eng.. Sibuk kuliah..” Jawabku seadanya. Sungmin oppa tersenyum. “Oppa ini nanyain Fira atau Nurul unnie?” godaku. Serentak member SuJu tertawa. “St.. udah-udah.. ayo latihan..” Sungmin oppa mencoba memecah kegaduhan. “Sok jadi leader banget.” Komentar Kyuhyun oppa. Sungmin oppa mendelikkan matanya, membuat kami tertawa. Kibum oppa yang berada di dekat tape langsung menyalakan musik. Namun, tak lama kemudian, Sungmin oppa kembali mematikan musik. “Aduh.. Hyung kan yang tadi ngajak latihan. Kok dimatiin lagi sih musiknya?” Protes Kyuhyun oppa sembari menjitak kepala Sungmin oppa. Aku tetawa melihatnya. “Ah… kamu ini. Protes sih protes, tapi engga usah pake ngejitak segala kan? Lagian kamu juga pasti engga nyadar kalo Heechul Hyung engga dateng!” Seru Sungmin oppa agak keras, mengagetkan seluruh penghuni ruangan, yang serentak celingukan ke kanan dan ke kiri.
“Oiya, maaf, Wookie lupa ngasitau, Heechul hyung sakit, tadi dia telfon.” Ujar Wookie oppa merasa bersalah. “Terus sekarang di Dorm ada siapa?” Tanya Leeteuk oppa. “Engga ada siapa-siapa deh kayaknya, cuman aja manager hyung aja.” Jawab Wookie  oppa. Leeteuk oppa langsung saja mengambil Handphone-nya dan mengontak Manager. “Hyung, kalau Heechul Hyung sakit, terus siapa yang gantiin? Pas lagu no Other kan dia di tengah. Terus pas bagian lead dance nari kan mau diganti sama bikin pyramid. Yang paling atasnya Heechul Hyung, sedangkan kita punya part sendiri-sendiri. Siapa yang gantiin?” Yesung oppa khawatir, panik. Leeteuk oppa terlihat berfikir setelah menyudahi percakapan dengan managernya. Dia berfikir dan melirik padaku. Aku segera saja menunduk. “Gimana kalau Fira aja yang gantiin?” Tanya Leeteuk oppa. Oh, God! “Iya, Fira aja! Lagian Fira masih suka latihan dance kan?” Dukung Wookie oppa. Aduh, oppa, jangan dibeberin dong, nanti mereka ngedukung!  “Sip lah. Pokoknya Fira harus mau. Buat jaga-jaga aja takut nanti bener-bener engga dateng. Setiap pulang kuliah kamu harus latihan ke sini, nanti dijemput deh sama Wookie. Siap Wookie, Fira?” Tanya Leeteuk oppa. Aku masih diam, tak percaya. “Ini bukan mimpi, oppa?” bisikku pada Wookie oppa yang sudah seperti kakakku sendiri itu. Ia mencubit pipiku dan menggeleng. Lalu mengangguk pada Leeteuk oppa. “Tampilnya kapan, dimana?” tanyaku. “14 Agustus, di acara M!Countdown” Jawab Eunhyuk oppa, dingin. Aku tersentak. Wookie oppa menatapku. “Siap?” tanyanya. Aku tersenyum dan mengangguk. Hari-hari yang akan menyenangkan!
Begitulah, aku sangat sibuk. Di sela-sela tugas kuliahku yang menumpuk, aku dituntut untuk bisa ber-dance sehebat oppa-oppa di Super Junior. Hari Rabu ini, sepertinya aku agak telat datang ke gedung SMe untuk latihan, dan aku sudah meminta izin untuk itu. Namun para oppa belum tahu apa yang akan kukerjakan, begitupun dengan semua unnie-ku.  “Rha, ke aula bareng yuk.” Ajak Tiara, sahabat kentalku sembari menggenggam tanganku. Aku segera saja mensejajari langkahnya. Benar saja, pengumuman seleksi program pertukaran pelajar yang dilaksanakan lima hari kebelakang ini (yang menggantikan jadwal kuliah) hampir dimulai. Kami mengambil bangku paling depan. “Deg-deg-an?” tanyaku pada Tiara. Ia mengangguk.
“Langsung saja, kami umumkan, mahasiswa cerdas yang patut melaksanakan program pertukaran pelajar ini hanya lima orang. Bagi yang namanya dipanggil, harap berdiri dan maju ke atas panggung. Dan mereka adalah..” Dadaku semakin berdegup kencang. Lima orang yang beruntung ini akan diberangkatkan pada akhir September tahun ini, setelah menjalani training selama kurang lebih tiga minggu. “Peserta nomor 181, Kim Ga-Eul!” Tepuk tangan meriah menyertai langkahnya menuju panggung. “Peserta asal Indonesia, nomor 144, Sunny Blossom El-Shafira!” Namaku tersebut. Tiara menepuk punggungku. Aku tak langsung maju ke panggung, melainkan memeluk Tiara terlebih dahulu. “Chukae..”
Satu minggu yang kujalani penuh rahasia. Aku menyembunyikan hal ini kepada ketiga unnie-ku dan kelimabelas oppa di Super Junior. Dan aku tetap melaksanakan latihan untuk tampil di 14 Agustus nanti, menggantikan Heechul oppa. Ya, tanggal itu akan datang 4 hari lagi.
“Gimana, mau pulang sekarang aja? Mau dianterin oppa ga?” tawar Wookie oppa seselesainya aku berganti pakaian. “Enggak deh, engga usah. Lagian oppa masih ada jadwal ‘kan, abis ini?” tolakku halus. “Takut hujan nih, oppa enggak punya payung.” Tambahnya aku tersenyum. “Kebiasaan nih, Wookie paling enggak suka bawa payung!” Celetuk Yesung oppa yang disambut dengan tawa meriah oleh member Suju yang sedang berkumpul ke-15-nya. Zhoumi dan Henry oppa juga datang, 14 Agustus nanti juga Suju M akan mempromosikan lagu terbarunya. “Ko diketawain?” Tanya Yesung oppa, tak mengerti. Tawaku dan semua member Suju bertambah renyah mendengar kepolosan oppa yang satu ini.
“Pst.. udah deh, nanti aku enggak jadi-jadi pulangnya, keburu hujan. Udah ya, oppa semua, aku mau pulang dulu!” Seruku, mencoba memecah kegaduhan. “Yap. Hati-hati dijalan. Dianterin ama wookie kan?” Tanya Sungmin oppa. “Iya, tapi cuman sampai depan aja.” Jawab Wookie oppa sekenanya. “Salam ya, buat Nurul..” Lanjut Sungmin oppa. Langkahku terhenti. Aku menoleh. Member Suju kembali ribut mendengar ucapan Sungmin oppa kali ini. “Ke Tika noona juga, bilangin dari Leeteuk hyung!” Seru Siwon oppa. “Eh.. Ke Echa juga, dari Siwon!” Balas Leeteuk oppa. Aku tertawa. Sindiran, ejekan, tawa, berlomba keluar dari empat belas mulut. Aku mengetuk pintu, agak keras. “Sip.. semuanya disampein. Asal jangan berisik, takut yang lain keganggu!” Seruku. “Annyeong!” Seruku, tanpa menengok mereka kembali.
“Fira.. mau pulang?” sapa Yoona unnie ketika kami bertemu di lift. “Iya.” Jawabku dingin. Yoona dan Sooyoung unnie tersenyum melihatku. Wookie oppa malah terlihat tersipu malu dan tak berkomentar. “Sekarang rajin ya, ke SM? Enggak keganggu kuliahnya?” Tanya Sooyoung unnie, sembari melirik Wookie oppa. Aku menggeleng. “Harus banyak latihan, soalnya nanti aku harus ngegantiin Heechul oppa. Dia masuk rumah sakit, kena DBD.” Jelasku. Mereka ber-ooh panjang kemudian melambaikan tangan, pintu lift terbuka. “Hwaiting ya, buat latihan sama perform-nya nanti. Jarang loh, ada ELF yang bisa dance bareng Suju.” Bisik Yoona unnie sebelum meninggalkan lift.
“Inget ya Fira, hati-hati. Kalo ada apa-apa, telfon oppa aja. Sip?” Tanya Wookie oppa sebelum berpisah. Aku mengangguk. “Sip. Annyeong!” Seruku sembari berlari dan meninggalkan gedeung SM. Aku berlari sekencang mungkin menuju halte bus yang jaraknya masih sekitar 2km lagi. Aku merogoh iPhone-ku dan mengenakan handsfree-ku. Lantunan lagu A Short Journey mengiringi perjalan mendungku, hingga tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Aku berlari kencang, berkejaran dengan tetesan-tetesan air yang kian membesar. Sekencang mungkin, sebisaku.
            Namun kurasakan kakiku melemah, melawan keinginanku. Aku tetap berlari, tak mempedulikan kekakuan kakiku. Halte bus tinggal 500m saja. Namun pandanganku mengabur, terus mengabur. Dan gelap.
            “Fira, udah bangun..” Sapa Soehyun unnie. Unnie, Fira di mana?” Tanyaku. “Di kamar Ryeowook dan Yesung oppa.”Jawab Tiffany unnie yang datang membawakan segelas susu coklat hangat dan menyerahkannya padaku. “Kamsahamnida, unnie. Tapi kok Fira bisa ada di sini? Wookie sama Yesung oppa mana?” tanyaku, belum mengerti. “Kalau boleh, unnie mau cerita. Tapi Fira jangan bilang sama member suju kalau unnie yang cerita ya..” Ujar Jesicca unnie. Aku mengangguk dengan semangat, dan kurasakan sedikit ngilu bersarang di leherku. Ada apa sebenarnya?
            “Waktu Fira pulang, Wookie oppa khawatir. Ya, dia langsung ajakin Kibum sama Henry buat nyari Fira. Pas Wookie oppa nemu Fira yang pingsan di jalan, oppa nangis dan langsung ngebawa Fira ke rumah sakit. Jahitan di leher Fira lepas, sampai sekarang juga kita nggak habis fikir. Pokoknya dari situ, oppa minta izin sama unnie Fira, sama manager, sama semuanya buat ngerawat Fira di Kamarnya aja, soalnya dia bilang ini semua kesalahan dia. Dia enggak mikirin dampak buruknya buat Fira dan dia, kalau nanti disorot sama media. Dia keras kepala mau ngerawat Fira, ya sampe nangis-nangis. Dan sekarang dia lagi masak buat Fira.” Jelas Jessica unnie. Aku melongo, tak percaya. “Beruntung banget ya, punya oppa kayak wookie.” Komentar Hyoyoen unnie. “Yap, dia perhatian.” Tambah Yuri unnie. Aku tersenyum. Ya, aku merasa sangat beruntung sekarang. “Unnie tau dari siapa?” tanyaku pada Jessica unnie. “Henry..” Jawabnya. Aku mengangguk, dan membentuk huruf o dengan mulutku.
Unnie semuanya emang enggak sibuk, jengukin aku segala?” tanyaku. Mereka ber-9 menggeleng. “Buat kita, Fira tuh udah jadi bagian dari SM entertainment yang layaknya keluarga.” Jawab Sunny unnie. “Lagian, semua anggota SM tuh udah kayak saudara. Jadi, apapun buat SM, enggak masalah. Lagian kita gak sibuk. Anak-anak Suju lagi pada latihan, kecuali Wookie ama Leeteuk yang izin sebentar, buat nemenin kita bersepuluh.” Tambah Taeyon unnie, sang leader SNSD ini. Aku mengangguk, tersenyum.
Sebuah kecelakaan ternyata tak berakhir buruk seperti yang kuduga sebelumnya. Aku kini malah menjadi bagian dari produser terkenal Korea itu, selain hanya menggantikan Heechul oppa hari ini. Yap, Here we go, we’ll face  you, stage!
            Teriakan gemuruh penonton menyambut telingaku yang belum terbiasa dengan keributan yang ternyata terdengar lebih nyaring ketika berdiri di atas panggung. Super Junior with Rha will take action! Musik dari lagu No Other mengalun kencang. Aku agak sedikit gugup, karena suaraku dan suara Heechul oppa memang berbeda. Namun aku agak tenang, mengingat Donghae oppa yang berjanji menutupi suaraku, dan Wookie oppa yang berjanji membimbingku selama bernyanyi.
            Teriakan penonton semakin bergemuruh ketika lagu bonamana dilantunkan, membuatku bertambah gugup dengan keringat yang mengalir. Dan dadaku semakin berdegup kencang menuju menit ke-3:23. Kami membentuk sebuah Piramida dan aku sebagai puncaknya. Dan dari detik itu, kami tak akan menyanyi, melainkan terus menari hingga akhir lagu. Aku menutup mataku sembari menari, namun  Hangeng oppa yang berada di sampingku menjawil lenganku, isyarat aku harus menhayati musik, membuka mataku.
            Hingga di akhir lagu, ternyata aku bisa melakukannya dan tak percaya pada diriku sendiri. Semua anggota SuJu kembali ke backstage, kecuali SuJu M yang akan terus menyanyikan dua lagu terbarunya. “Fira hebat!” Seru Kangin oppa. Aku tersenyum dan segera meneguk air mineralku. “Oppa juga kok, hehehe…” Balasku. “Ini pertamakali Fira manggung kan? Fira hebat, gak terlalu canggung, apalagi waktu No Other, interaktif sama penonton,” Tambah Kangin oppa. “Sebenernya sih enggak pertama. Fira pernah manggung, tapi nyanyi doang, enggak  sambil dance kaya gini.” Terangku. “Oiya, aku tau… Tika pernah cerita, adiknya jago nyanyi.” Sambung Leeteuk oppa. Aku tersipu malu. “Udah dulu ya oppa, Fira mau ke unnie-unnie Fira dulu.” Pamitku. “Tapi jangan lama-lama, bentar lagi mau talkshow!” Seru Leeteuk oppa, mengingatkan. Aku mengangkat jempol dan terus berlari.
            “Fira, Hebat!” Seru Echa onnie sembari memeluku ketika kami bertemu. “Iya ih, aku enggak sanggup kalau jadi kamu. Enggak sanggup nahan seneng!” Tambah Nurul unnie. “Ya mungkin itu kelebihan dia, bisa nyembunyiin fanatic ama over-nya, enggak kayak unnie.” Sambung Tika unnie. Nurul unnie menjulurkan lidahnya pada Tika unnie yang tertawa puas. “Eh, nanti lagi deh, Bentar lagi talkshow, Rha. Cepet ke backstage!” Seru Echa unnie. Aku mengangguk, dan berjalan ke backstage dan disusul oleh ketiga unnie-ku yang mensejajari langkahku. Kali inin mereka akan menantiku di backstage.
            “Yap.. dan inilah Super Junior..” Buka Park Ga-Young, pembawa acara di M!countdown ini, yang disambut meriah oleh para penonton yang pastinya adalah ELF. “Tunggu sebentar. Sepertinya aku melihat kejanggalan di sini. Kemana Heechul dan siapa perempuan ini?” Tanya Ga-Young, penasaran. Para ELF berteriak-teriak, mungkin iri terhadap keberuntunganku. “Um.. maaf banget buat semua ELF.. Heechul masuk rumah sakit, dia kena DBD. Do’anya aja ya, semoga dia cepet sembuh. Terus ini.. ini temen deket kita, khususnya temen deket Ryeowook.” Jawab Leeteuk oppa singkat. Teriakan ELF semakin memekakkan telinga. Aku hanya tersenyum, menikmati semua suasana ini. Hari ulangtahunku yang ke-19.
            “Oh, temen deket ceritanya. Atau pacar? Kok duduknya sampingan gitu? Yang lain duduknya berdasarkan umur looh..” Goda Ga-Young. Aku menunduk, tertawa. “Temen deket doang, aku udah anggep dia kayak adik sendiri kok..” Jelas Wookie oppa, mengangkat mic-nya. Para ELF kembali berteriak-teriak rishi. “Coba.. coba.. aku pengen kenal dong sama Gadis imut ini.. Coba angkat mic-nya terus kenalin diri kamu..” Ujar Ga-young. Agak ragu, aku mengangkat mic dan menyapa ELF. “Annyeong semuanya, kenalin, aku Sunny Blossom El-Shafira, asal Indonesia. Panggil aja Fira.” “Fira, kamu lahir kapan sih?” Tanya Ga-Young “Tahun.. 1992. Tanggalnya.. tebak aja ya..” Jawabku, penuh rahasia.
            “Ah.. enggak usah gitu deh Fira, bilang aja kamu ulang tahun sekarang!” Seru Eunhyuk oppa yang langsung saja disambut dengan lagu saengil chukae hamnida[ yang dinyanyikan para ELF, ke-15 member Suju, dan ke-3 unnie ku yang datang ke atas panggung, membawa kue tart. Aku terharu, hingga aku tak bisa berkata, terlebih –dengan tak kusangka—Wookie oppa berlutut di hadapanku, yang membuatku agak malu.
            “Fira.. sebagai kado ulangtahun Fira kali ini.. oppa mau jujur sama Fira..” Perkataan Wookie oppa ini menciptakan sebuah keheningan yang membuatku celingukan ke kanan dan ke kiri, lalu menunduk. “Sebenernya oppa udah lama, cintaaaaa banget sama Fira. Fira mau engga nerima cinta oppa?” Tanya Wookie oppa sembari mengeluarkan sepasang Hp anycall touchscreen couple berwarna putih-biru dan putih-pink, mengagetkanku, dan membuat penonton bersorak-sorai, ribut. Aku tak bisa berkata-kata, hanya bisa menangis, yang membuat ke-3 unnie-ku menghampiri.
            “Oppa, bukannya Fira enggak mau, tapi Fira takut kita ngerasa kehilangan.. Ini juga salah Fira.. Fira enggak bilang kalau sebenernya Fira lulus tes pertukaran pelajar dan bakal ke Amerika bulan depan!” Seruku, terisak. Semua yang hadir di sana tersentak, mereka semua memang belum tahu. “Tapi Fira.. denger oppa. Oppa enggak masalah mau Fira pergi sejauh apapun. Oppa tetep cinta sama Fira. Coba Fira inget, udah berapa lama kita bareng? Apa itu enggak ngebuktiin kalau oppa bisa ngejaga hati oppa?” Tanya Wookie oppa. Aku berusaha menatap mata Wookie oppa, mencari kebenaran di sana.
            Mata tak pernah berbohong. Dan mata yang sekarang kupandang adalah mata penuh cinta. Aku tak pernah bisa membiarkan cinta juga telah kupendam terbengkalai. Dengan menutup mata aku menjawabnya. “I Love you too, oppa. And I think It’s not too late to Love me!”
            Akhirnya kami ber-19 –Super Junior, aku dan ketiga unnie-ku—menutup segala keceriaan dan kebahagiaan ini dengan menyanyikan Seoul Song dari SNSD feat. SJ. “Saranghaeyo, Seoul!!”   

NB : maaf, ini belum direvisi, ceritanya terlalu singkaat, lagi males, hehehehe..

No comments:

Post a Comment

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES