Thursday, September 11, 2014

Silence is War!

Tadi siang ketika masuk kampus, saya melihat mural di tembok, tulisannya 'Silent is War Crime'. Mungkin maksudnya diam itu adalah kejahatan perang, atau perang dingin atau gimana. Tapi yang saya tangkap memang iya, diam itu tidak bagus. Komunikasi itu memang sangat penting.

Sebagai mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Inggris, saya tentunya belajar pentingnya komunikasi.

Komunikasi adalah sarana penyampaian. Untuk berinteraksi dibutuhkan tiga kemampuan. Keempatnya adalah kemampuan menyimak, berbicara dan membaca. Kenapa menyimak, bukan mendengar? Karena menyimak punya arti yang lebih besar, yaitu mengerti apa yang disampaikan. Mendengar belum tentu menyimak. Percuma hanya mendengar tapi tidak bisa mengerti apa yang disampaikan. Yang akan terjadi hanyalah salah faham.

Komunikasi membuat segalanya menjadi jelas. Bukan berarti tidak perlu bertanya. Justru, dengan pertanyaan itu akan timbul komunikasi yang menjadi penjelasan. Tanpa pertanyaan dan penjelasan, akan terjadi salah faham juga, atau terjadi hal yang tidak diinginkan. Terkadang juga ada yang merasa seperti, tidak perlu memberitahu karena mungkin orang yang kita tuju akan mengerti sendiri, padahal sebenarnya tidak. Tidak akan ada yang dimengerti tanpa komunikasi.

Contoh kecil. Suatu sore, saya sedang makan dengan adik saya di rumah. Ibu saya tidak memberi tahu saya beliau sedang di jalan pulang, dan membeli makanan. Sesampainya ibu di rumah, kami bingung. Kami kenyang dan makanan yang dibawa ibu belum termakan, yang tentu saja jadi mubadzir. Sayang sekali kalau tidak dimakan, sama saja membuang uang. Sedangkan kalau tidak dimakan cepat, makanannya akan jadi basi.

Begitulah, malah terjadi hal yang tidak diinginkan.

Begitu pun di dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan kita yang berhubungan dengan siapapun. Dengan pacar, teman, guru, ketua kelompok, kakak kelas, siapapun. Memang, ketika merasa tidak enak kita bingung harus bagaimana memulainya, rasanya serba salah dan bahkan sudah mengetik hal yang panjang pun malah dihapus lagi. Ingin minta tolong sulit. Bahkan, ingin izin ke kamar mandi ketika diskusi saja canggung. Ingin minta maaf, tidak tahu cara menyampaikan. Ingin menyapa, malu. Ya, memang terkadang sulit kalau rasanya canggung dan tidak enak.i

Tapi, tanpa komunikasi, tidak akan ada yang bisa dipahami, tidak ada informasi yang didapat. Orang lain tidak akan tahu apa isi hati kita, kita tidak akan tahu kebutuhan orang lain. Kadang saya juga merenungkan lagu rilisan JKT48 yang terbaru, 'Papan Penanda Isi Hati'.

'Papan penanda isi hati, padahal jika kau melihat, pasti akan mengerti perasaanku..'
Ya, jika saja. Kita punya satu papan penanda isi hati yang bisa ditulisi dan kita bawa kemana-mana, tanpa perlu canggung bicara, orang lain akan mengerti. Menuliskan hal yang bisa dimengerti lewat tulisan seperti, 'Lagi PMS' jadi, orang lain tidak perlu bertanya kenapa kita para cewek itu moody dan inginnya marah-marah terus.

Ngomong-ngomong soal komunikasi, saya juga suka korespondensi. Sayang sekali sudah setahun ini tidak, karena sudah bergantung dengan internet. Terkadang suka terpikir, apa kerjanya pak pos kalau banyak orang yang bertukar sapa lewat internet? Kan kasihan.

Surat yang terakhir diterima


No comments:

Post a Comment

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES