Jumat, 24 Desember 2021

5 Perbedaan Pencuci Muka Tipe Gel dan Foam yang Harus Kamu Tahu!

Sebagai orang yang punya kulit sensitif dan mudah berjerawat, aku selalu hati-hati dalam pilih produk skincare. Awalnya aku nggak terlalu memikirkan efek produk facial wash di kulitku. Asal bisa bikin bersih, menghilangkan minyak berlebih, ga memicu jerawat baru, aku oke-oke aja deh sama facial wash-nya. 

Tapi semua berubah ketika aku memperhatikan dan membandingkan efek facial wash tipe gel dan tipe foam di kulit wajahku. 

Facial wash tipe gel dan tipe foam ini ternyata memiliki beberapa perbedaan yang cukup berpengaruh kepada performanya. Perbedaan yang aku perhatikan ada di sisi ingredients, tekstur, busa yang dihasilkan, compatibility dengan penggunaan alat pembersih muka, dan efek setelah pemakaian. 

Aku bahas perbedaannya satu persatu, ya!

1. Ingredientsnya

Facial wash tipe gel dan tipe foam sama-sama berbahan dasar air. Tapi, sesuai dengan namanya, face wash tipe gel bentuknya seperti gel. Licin, dan ketika larut biasanya tidak menghasilkan banyak busa. Ini karena face wash tipe gel biasanya tidak memiliki SLS atau foaming agent,  penghasil busa untuk membersihkan kulit wajah. 

Sedangkan kebanyakan face wash foam (apalagi facial foam di supermarket), biasanya mengandung SLS. Karena namanya pun facial foam, pengguna facial foam pasti berekspektasi kalau busa yang dihasilkan dari pencuci wajah tersebut banyak dan padat. Untuk membuat busa seperti itu, SLS kerap menjadi salah satu bahan utama di dalam facial foam. 

2. Tekstur dan Warnanya

Face wash gel biasanya memiliki tekstur yang kenyal, licin, dan warna yang cenderung transparan. Sedangkan facial foam punya tekstur seperti krim, dengan warna yang pekat. Warna facial foam ini bisa beragam dari putih, biru, pink, sampai hijau. 

3. Busa yang dihasilkan

Seperti yang aku bilang di awal tadi, perbedaan ada tidaknya SLS ini berpengaruh kepada busa yang dihasilkan oleh produk pencuci muka. Cleansing gel bisa tidak menghasilkan busa, tapi ada juga yang menghasilkan busa. Busa yang terbentuk dari cleansing gel ini biasanya halus, lembut, ringan (banyak rongga udara), dan mudah hilang. 

Sedangkan busa yang dihasilkan facial foam biasanya lebih banyak, lebih padat, tidak mudah hilang, warnanya tidak transparan (busanya putih tebal). Meski cuma pakai facial foam sedikit aja, busa yang dihasilkan bisa jadi banyak banget. 

4. Kompatibilitas dengan Cleansing Tool


Cleansing tool seperti FOREO LUNA 3 Plus, punya kemampuan untuk membantu facial wash bekerja lebih efektif. Bisa membantu membersihkan wajah hingga ke pori-pori, juga bisa membantu penyerapan ingredients pencuci muka sebagai skincare. 

Pencuci muka tipe gel lebih cocok dipadukan dengan cleansing tool semacam yang dikeluarkan oleh FOREO. Karena pembersih tipe gel punya tekstur yang lembut, ringan, dan nggak bikin kering. Kalau memadukan facial foam dengan cleansing tool, kamu harus ekstra hati-hati karena bisa bikin kulit iritasi. 

Facial foam sudah punya busa yang bisa mengangkat kotoran di wajah hingga ke pori-pori. Beberapa facial foam malah bisa mengangkat minyak di wajah sepenuhnya, termasuk sebum yang baik. Jika dipadukan dengan cleansing tool bisa membuat wajahmu terkena efek over-cleansing, atau terbersihkan secara berlebihan hingga membuat dehidrasi atau iritasi. 

5. Efek yang diberikan ke wajah

Seperti yang aku sebut di atas, cleansing gel menghasilkan busa yang halus, lembut dan ringan. Dengan busa yang ringan, cleansing gel ini bisa membersihkan wajah dengan baik tanpa mengangkat bakteri baik di kulit atau minyak natural kulit. 

Mungkin kalau belum biasa pakai cleansing gel, kamu akan merasa kulit wajah jadi kurang 'bersih' karena minyak di wajah tidak sepenuhnya hilang. Tapi kalau setelah cuci wajah kamu merasa kulit kamu bersih dan kesat, itu juga kurang bagus loh. 

Kalau kulit terasa bersih kesat tanpa minyak setelah cuci muka, wajah membutuhkan hidrasi lebih untuk melindungi kesehatan kulit. Karena itu, memakai pencuci muka yang mengandung SLS atau membuat wajah terlalu kering seperti facial foam pada umumnya malah bisa bikin kulit tambah berminyak. 

Karena kulit merasa kelembaban alaminya hilang, kulit malah memproduksi minyak lebih banyak. Padahal, kelembaban alami yang dimiliki kulit adalah salah satu bentuk perlindungan paling baik yang perlu dijaga agar kulit tetap sehat. 

Kalau kamu merasa cocok dengan facial wash berbentuk foam yang bisa mengatasimasalah kulitmu, jangan lupa untuk selalu perhatikan level hidrasi kulit, ya! Selain itu, perhatikan juga kandungan komposisi facial wash-mu, apakah mengandung SLS atau tidak. Hindari facial wash yang mengandung SLS dan membuat kulit terasa kering. 

Rasa kulit yang agak 'tertarik' pun sudah salah satu ciri-ciri kalau pencuci muka kamu bikin kulit wajah jadi kering, loh!

Yuk cek lagi apakah pencuci muka kamu sudah baik dan cocok untuk menjaga kesehatan kulitmu atau belum ūü§ó

Thanks for reading!

❤️, Safira Nisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES