Rabu, 07 Desember 2016

Percaya Kemustahilan

Semuanya berawal dari aku, yang suka memikirkan hal yang nggak biasanya dipikirkan orang pada umumnya. Pernah jalan sama aku? Kalau belum, perhatikan deh. Aku pasti memperhatikan yang nggak biasa. Bisa tiba-tiba ketawa liat kucing yang ngejar kupu-kupu sampai kejeduk tiang listrik. Bisa tiba-tiba nangis liat nenek-nenek nyebrang sendirian. Bisa tiba-tiba senyum sendiri liat pesawat lewat. Entahlah, pikiran dalam kepalaku itu kadang terlalu liar dan sulit kalau aku abaikan.

Akhirnya, aku mencoba buat menulis. Lagi suka sama lagunya Katy Perry yang Firework, aku tulis liriknya beserta makna yang aku tangkap dari lagu itu. Waktu itu aku masih kelas 1 SMA, dan sama sekali nggak ngerti apa yang bisa aku lakukan dengan blog ini. Tapi karena aku senang, aku terus lanjutkan menulis.


Makin tahun, tulisanku makin beragam. Dan aku mulai mengerti, ternyata blog itu punya konten yang bisa muncul di mesin pencari google. Sejak itu, orientasi menulisku bertambah. Nggak hanya karena suka, namun juga karena aku ingin membantu temen-temen yang mencari hal spesifik lewat google. Waktu itu aku berpikir, mungkin gak ya aku bisa ada di halaman awal pencarian google? Rasanya mustahil aja, mengingat yang nulis blog itu bisa jadi puluh ribuan. Dan aku, cuma anak kemarin sore yang makan saja masih dibikinkan orangtua.

Tapi aku simpan impian kecil itu, dan aku terus menulis. Sejak lulus SMA, aku punya lebih banyak waktu dan ruang buat mengeksplorasi Bandung, juga tulisanku. Aku menulis pengalamanku makan di tempat-tempat makan yang baru. Aku tulis pengalamanku membantu kucingku melahirkan. Aku tulis pengalamanku memakai produk kecantikan. Aku tulis resep buatanku. Dan selama itu pula, aku nggak tahu bakal ada banyak orang yang membaca blogku.

Orang-orang mulai membaca blogku dan memberikan komentar. Yang lebih menyenangkan, ketika seseorang benar-benar mengambil resepku dan mempraktekannya. Dia bilang, resep brownies oreo greentea-ku enak. Aku juga senang ketika ada orang yang bilang terimakasih saat mencoba menu yang kurekomendasikan, dan mereka bilang menu itu enak. Nggak hanya orang personal yang memujiku. Bahkan blogku ini pernah di-feature oleh beberapa media karena tips foto Instagram-ku dibilang jitu dan makeup ala Harley Quinn-ku unik.

Hal yang nggak kalah menyenangkan adalah ketika aku menceritakan kisah pribadiku dan banyak orang yang mengatakan bahwa mereka merasakan hal yang sama. Menurutku itu menyenangkan, karena merasa sedih dan sendirian adalah hal yang paling kamu hindari di muka bumi, kan? Aku nggak malu menceritakan masalah psikologis, penyakit, patah hatiku di blogku. Karena semua manusia mengalaminya, dan pembacaku pun begitu. Nyatanya, aku malah memberitahu mereka bagaimana caranya aku menghadapi hidup dan mereka pun belajar sedikit-banyak dariku. Nggak sedikit malah yang kirim email, lalu saling sharing. Aku tetap menulis, dan aku menuliskan apa yang aku ingin tuliskan.

Hasil pencarian 'Giggle Box Jatinangor'
Hingga impian kecil lalu yang aku pikir mustahil, sekarang tak lagi mustahil.

Selama blogging ini, ada satu kendala. Yang biasanya selalu aku atasi dan menjadi 'baik-baik aja'. Sebagai blogger yang senangnya membagikan pengalaman pribadi, rasanya nggak sah aja kalau di sebuah post nggak ada fotonya. Foto juga jadi salah satu bukti bahwa cerita itu beneran aku alami sendiri, bukan karangan. Dengan kamera hape seadanya, aku jadi harus edit setiap foto dengan usaha ekstra. Apalagi kalau ruangannya gelap, mungkin harus edit kecerahannya sampai duaratues persen. Belum lagi batre handphone yang terbagi-bagi. Buat komunikasi lah, update lah, cari lokasi resto lah, pesen ojek online lah, aku harus pinter-pinter bagi waktu biar saat di lokasi, hape malah mati dan nggak bisa foto. Ya nggak lucu aja, kan.

Hasil foto tanpa edit dengan kamera Xiaomi Mi4i malam hari, dalam ruangan
Aku bermimpi dan percaya hal yang mustahil lagi. Aku ingin punya kamera.
Kenapa mustahil?

Aku masih mahasiswa, dengan uang saku pemberian orangtua yang sangat pas-pasan di era Bandung hedon begini. Setiap bulan aku masih harus melempar koin ke udara buat memutuskan lebih baik beli kuota atau nabung buat beli kamera. 2015 lalu, keinginan itu cuma aku simpan.

Tapi tahun ini, dengan izin Allah dan restu orangtua, akhirnya aku bisa menabung. Jumlah tabunganku bahkan nggak sampai 4 juta. Dengan modal yang hanya segitu, kamu pun pasti berpikir mustahil lah dapat kamera mirrorless yang bagus dan asyik dipake ngeblog. Tapi kalau Yang Maha Esa udah berkehendak, kita bisa apa?
Hasil foto tanpa edit dengan NX Mini malam hari di dalam ruangan
Aku ditakdirkan bertemu sama seorang pelapak, kak Simon di Bukalapak. Saat itu, beliau menjual kamera NX Mininya dengan hanya Rp3.500.000. Sudah lengkap dengan lens kit 9-27mm, flash eksternal, tiga filter, casing kulit, dan perintilan lainnya. Tanpa pikir panjang, aku langsung hubungi beliau dan beli barangnya. Kadang memang ada rasa takut, gimana kalau barangnya datang nggak sesuai dengan deskripsi dan ekspetasi?


Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Barang datang dengan sangat rapi dan selamat. Bahkan setiap barangnya dibungkus lagi dengan plastic wrap, membuat kamera terasa baru. Terharu banget, aku nggak tau ada orang yang bisa begini apik dan teliti ngejualin barang bekasnya. Aku malah ragu apa aku bisa menjaga NX Mini ini setelaten kak Simon?

Foto kiriman Safira Nisa (@safiranys) pada

Yang jelas, aku pasti bakalan menggunakan NX Mini ini demi kepentingan blogku, menginspirasi lebih banyak orang lagi dengan pengalaman makan di tempat baru atau inspirasi makeup baru. Mungkin masih belum terlihat aksi nyatanya, karena ya sebenarnya aku harus sembuh dulu. Sekarang ini aku masih divonis gejala DBD dan demam tifus. Aku memilih buat nggak dirawat di rumah sakit, karena hingga sekarang ini aku udah membuktikan bahwa aku bisa melakukan dua hal yang menurutku mustahil:

Membawa blogku ke halaman utama pencarian google, dan punya kamera untuk menunjang performa blog dan sosial media.

Sembuh tanpa dirawat di rumah sakit? Harusnya bisa jadi kenyataan juga. Do'akan, ya. ☺

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Inspirasi Wanita

1 komentar:

  1. Halo safira. Suka dengan penulisanmu. EH gw cerita dikit nih, kalo gw juga suka yang gak terpikir oleh orang dan sebaliknya, gw malah suka hal sedih (sad ending) dan menyendiri, ahaha.

    Btw, gak ada yang mustahil di dunia ini, tapi harus tetap sadar kalau masih berpijak di bumi, mksdnya adalah harus sadar ama kemampuan diri, bisa saja gak langsung terjadi tapi butuh Proses.

    Sama kayak lw, 4 tahun blogging gw pake Hape, sedih? sedikit sik, apalagi kalo kudu bikin event report. Puji Tuhan, bulan ini jg bisa beli kamera #akhirnya~~

    Semoga makin produktif yah bloggingnya :) dan cepet sembuh.
    gw subsribe akh, cakep tulisannya :)

    Salam kenal

    BalasHapus

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES