Tuesday, February 12, 2019

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Lulus Kuliah?

Kerja, lanjut sekolah lagi, nikah, bisnis, bantu orangtua, volunteer kegiatan, ikut komunitas... Banyak banget jalur hidup yang bisa kamu pilih setelah lulus kuliah. Mungkin kamu masih bingung pilihan apa yang harus kamu tempuh. Aku sendiri saat ini udah punya pekerjaan. Tapi menurutku, ada hal yang lebih penting yang harus kamu lakukan setelah lulus kuliah, daripada memilih pilihan 'umum' itu. 


Mengenali kelebihan dan kekurangan diri kamu


Harusnya, kamu memang tau kelebihan dan kekurangan diri kamu bahkan sebelum kamu lulus. Tapi banyak dari kita, (termasuk aku [dan khususnya akuπŸ’‍♀️]) kadang nggak mau mengakui kelemahan atau bakat diri sendiri! Pernah gak ngomong kayak gini ke diri sendiri:

  πŸ’œ Wah, si X keren ya bisa jalanin bisnisnya sendiri. Aku mah apa atuh ga akan bisa🀦🏼‍♀️. (Jadi ga bikin bisnis, padahal sebenernya dulu waktu SMP suka jualan makanan hasil masakan ibu)

  πŸ’› Mantap euy si B sekarang mah kerja kantoran. Aku juga bisa lah gitu doang mah😏. (Tapi usaha nyari kerja aja ngga. Ngelamar kerja juga engga.)

Contoh πŸ’œ adalah salah satu contoh yang nggak mau ngakuin bakat sendiri. Umur SMP loh, di mana anak-anak tuh masih mikirnya main doang dan sekolah. Eh kamu bisa-bisanya ngelarisin dagangan ibu kamu sampai habis, sampai kakak dan adik kelas aja demen sama makanan yang kamu jual. Mungkin ibu kamu punya masakan yang hebat, tapi tanpa pemasaran yang bagus kan orang-orang mana mau beli juga 🀧. 

Coba pikir lagi, apa sih hal yang selalu kamu bisa lakukan tanpa merasa terbebani menjalankannya? Mungkin hal yang nggak pernah kamu lepas dari kecil? Pegang itu baik-baik, dan cari cara baru untuk mengembangkannya


Sekarang, mari bahas contoh πŸ’›. Kamu pikir kamu bisa melakukan apa yang orang lain lakukan juga, tapi kamu bahkan nggak berusaha mencoba. Kamu pengen bisa bikin dessert box yang resepnya ada di thread-thread twitter itu, tapi ya mau beli bahan-bahannya ke warung aja ogah. Kapan jadinyaaaa Maemunahhhh? πŸ˜ͺ

Aku nggak akan bohong, rasa malas ini sungguh sering terjadi. Akhirnya kita jadi nyalahin diri kita sendiri yang malas-malasan terus. Tapi kalau ditelusuri lebih dalam, ternyata KITA BANYAK TAKUTNYA 😐. Ini adalah suatu kelemahan, yang harus kamu akui. Karena kalau nggak diakui, kelemahan ini nggak bisa kita ubah jadi kelebihan. Tau kamu lemah aja engga, gimana mau berubah jadi kuat? Kamu pikir kamu kuat padahal kamu lemah, cuma kamu nggak cukup berani buat ngakuin kamu lemah πŸ˜₯. 

Sekalinya ngakuin kamu lemah, kamu menyalahkan diri sendiri. J u s t   D O N ' T


Menjadi teman yang baik untuk diri sendiri


Karena kalau udah lulus, kamu kan ngga punya temen sekelas lagi. Apalagi aku yang nggak punya geng, udah lulus ya udah. Aku masih punya beberapa teman yang kadang-kadang ketemu, but they won't be there as much as I want them to be. Aku juga gak bisa selalu nemenin temen-temen aku saat mereka butuh. 

But the bad news is, kadang kita malah jadi bully terbesar untuk diri sendiri. 
  πŸ₯΅ Kamu mah mana bisa, fir ngerjain hal seberat itu. 
  πŸ₯΅ Kamu tuh gampang sakit tau, yakin mau masuk ke dunia yang keras?
 πŸ₯΅ Kamu nggak punya hal yang spesial kayak dia, terus kamu masih mau sharing tentang hal yang kamu suka?
  πŸ₯΅ Kamu tuh nggak bagus tau kalo difoto. Jelek ih, ngga sesuai sama bayangan. 
  πŸ₯΅ Kamu mah kerjaannya mikir doang, dikerjain engga. 

Bukannya mengakui kelemahan, kok malah menghina diri sendiri karena diri kita lemah? 


Kita nggak punya teman, pihak luar yang akan mengatakan hal-hal baik tentang kita. Kita nggak punya teman yang bangga dan akan mendukung hal yang kita lakukan. Karena nggak punya teman yang baik, kenapa nggak jadi teman yang baik dan dukung diri sendiri aja?
  πŸ₯° Mungkin masalah yang kamu hadapi berat, fir. Tapi kamu pasti bisa melewatinya!
  πŸ₯° Kamu memang gampang sakit, jadi jangan lupa makan sama istirahat  yang cukup, meskipun sibuk!
  πŸ₯° Dia mungkin punya hal spesial yang menonjol, tapi kamu punya sesuatu yang dia nggak punya. Coba tebak, apakah hal itu?
  πŸ₯° Oh ternyata kalo pakai pose kaya gini, aku kurang bagus difoto. Coba explore pose lain, atau mungkin ganti gaya pakaian? Ngaruh juga loh. 
  πŸ₯° Kalau punya ide, lebih baik kamu tulis sedikit-sedikit. Aku tau karya yang bagus butuh banyak waktu untuk dikembangkan, tapi jangan biarkan ide yang kamu punya cuma numpang lewat. Kan sayang. 

Aku tau, sulit untuk jadi baik sama diri sendiri. Apalagi kalau kamu ada di lingkungan yang kurang positif, atau kamu hidup dengan membenci diri kamu sendiri dari kecil. Nice things and gesture would make you cry, and it almost made me cry, too. Proses menjadi baik sama diri sendiri akan berbeda untuk setiap orang, and we should appreciate every process

It would never be an instant process. Kita harus sabar dan bersedia untuk mencoba bangkit berkali-kali ketika kita jatuh. 


Percaya sama diri sendiri 


Kapanpun, untuk apapun. Percayakan diri kamu untuk membuat keputusan saat orang lain (dan dirimu sendiri) meragukan kamu. Percayakan diri kamu untuk menjalani hari yang bahagia dan positif, meskipun banyak hal yang bikin kamu jengkel. Percayakan diri kamu, kamu nggak sendiri ketika menghadapi masalah yang berat. Kamu punya Tuhan, dan Tuhan akan selalu bantu. 

Ketika kamu gak mampu percaya sama diri sendiri, minta Tuhan mampukan kamu untuk lebih percaya diri. Karena bagiNya, nggak ada yang nggak mungkin. Kita cuma harus percaya, dan berdoa πŸ˜‡πŸ₯°

Ketika kamu bisa melakukan ketiga hal ini, apapun pilihan hidup kamu setelah lulus akan jadi lebih mudah. Nggak selalu lancar, tapi seenggaknya kamu bisa mengandalkan dirimu sendiri. Kita masih butuh teman, dan kamu harus selalu cari teman untuk jadi lebih nyaman. But if you are comfortable with yourself, you'll be fine. 

And you will be πŸ˜‰ 

Thanks for reading!
❤️, Safira Nisa

2 comments:

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES