Tuesday, November 17, 2020

Weverse Magazine - GFRIEND Mengadaptasi Karakter Mitologi lewat Trilogi “回”

 Terjemahan dari artikel 'GFRIEND: reinterpreting myth with “回” series'

*Terjemahan bukan merupakan terjemahan langsung, ada beberapa bagian yang dimodifikasi agar lebih mudah dimengerti oleh pembaca awam

*Tapi kalo musingin emang pusing, ini kesana kemari dan referensinya banyak banget. Nanti aku bikin videonya per album deh 😂


Festival dewi di mitologi Yunani yang diperankan oleh member GFRIEND. 
2020.11.17

Sebagai inspirasi untuk trilogi album “回”, GFRIEND mengadaptasi karakter-karakter wanita dari literatur dan mitos Yunani:
  • Ariadne and the Labyrinth dari mitos Theseus untuk album 回:LABYRINTH
  • Karakter Sirens dan kisah Alkitab buruk-baik untuk album 回:Song of the Sirens
  • Faust's Walpurgis Night dan penyihir di abad pertengahan untuk album 回:Walpurgis Night
Untuk membuka seri '回' (MV Crossroads), ada adegan jam yang berputar mundur dengan latar gambar luar angkasa, dan adegan kereta yang berjalan mundur di akhir MV tersebut. Kedua adegan ini merupakan simbol yang menggambarkan keinginan mereka untuk kembali ke waktu yang penuh suka cita bersama teman-teman. Adegan tersebut juga merupakan simbol perasaan ketika kita melihat kembali ke masa lalu sambil memikirkan pilihan untuk masa depan, sekaligus memutarbalikkan alur cerita yang mereka 'pinjam' dari cerita mitologi dan berbagai novel. 

'回: Labyrinth' menceritakan ulang tentang dewi Ariadne yang punya peranan besar di cerita Theseus, namun hanya dikenang sebagai kekasihnya yang terlupakan. Di kisah tersebut, Ariadne menyerahkan bola benang yang terurai dari pintu keluar sebuah labirin ketika Theseus melakukan pelarian melalui labirin tersebut. Berbeda dengan cerita yang fokus menyorot keberanian Theseus dalam pelariannya, album ini menyorot kisah bola benang Ariadne dan labirin. 

Di salah satu konsep foto untuk album 回:Labyrinth,  'Twisted', kita bisa melihat benang Ariadne yang melilit member-member GFRIEND. Benang tersebut dipersembahkan bukan untuk Theseus, tapi untuk Ariadne untuk menyadari keadaan di sekelilingnya. Melihat GFRIEND yang memegang utas benang tersebut, kita bisa mengerti bahwa masing-masing dari mereka adalah Ariadne yang sedang menyusuri Labirin. Tidak seperti 'maze' dengan berbagai persimpangan yang memunculkan berbagai kemungkinan jalan keluar, labirin hanya memiliki satu jalur yang rumit dan sulit untuk dipecahkan. Hanya ada satu jalan keluar, yaitu di mana kamu masuk ke labirin tersebut. 


Lewat lagu B-Side 'Labyrinth', GFRIEND mengungkapkan bahwa mereka punya konflik dalam dirinya sendiri untuk memilih di antara dua hal: tinggal di dunia labirin yang indah, atau pergi dari dunia tersebut. Sedangkan di title track 'Crossroads', mereka berpikir keras untuk mencari jalan tengah ketika keinginan dari dua sisi di dalam diri bertabrakan (tidak sejalur). 

Di dalam lagu Labyrinth, ada lirik seperti ini: 'Kalau kamu ingin melakukannya untukku, aku akan berjalan hingga akhir', ada makna yang lebih dalam dibanding yang terlihat. Lirik ini berfokus pada kehidupan batin wanita--seperti Ariadne--yang memainkan peran penting dalam kisah heroik Theseus, tapi sering diabaikan hanya sebagai 'cerita kosong' yang tidak bermakna. Dalam versi yang diceritakan GFRIEND, Ariadne menyusun ungkaian benangnya untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang yang dia cintai, lalu ia pergi menyusuri Labirin sendirian. Lirik ini memfokuskan penghargaan kepada wanita yang seringkali diremehkan meski memiliki peran yang penting. 

Untuk melanjutkan kisah Labyrinth, tema 'godaan' ditelusuri lebih lanjut lewat lagu 'Apple' di album 回: Song of the Sirens. Di kisah Adam dan Hawa, 'dosa' awal dimulai oleh Hawa yang memakan buah terlarang ketika dia ditipu oleh ular yang ada di pohon 'tree of knowledge of good and evil', lalu ia menawarkan buah tersebut kepada adam. Berbeda dengan kisah Bible yang menganggap bahwa wanita itu menderita karena dia tergoda dengan tipuan, karakter mitologi 'Siren' menghubungkan antara 'godaan' dan 'wanita'--menganggap wanita adalah wujud dari 'godaan' itu sendiri. Siren memikat para pelaut dengan keindahan fisiknya dan nyanyian merdu, dan ketika pelaut tergoda dengan Siren, mereka berlayar menuju pulau para Siren. Pada akhirnya, pelaut tersebut akan mati di bangkai kapal yang karam, atau menenggelamkan dirinya di laut. 


Namun, UMJI mengungkapkan bahwa: '"Apple" adalah lagu yang menceritakan tentang dilema seorang gadis ketika bertemu dengan godaan yang tak terduga, lalu akhirnya goyah. Tapi aku rasa, kata 'godaan' itu tidak selalu bermakna negatif.' 

Lirik lagu 'Apple' mengungkapkan definisi 'godaan' dari kamus yang bermakna 'membujuk orang lain ke jalan yang buruk lewat tindakan yang polos', dan juga kisah-kisah klasik tentang 'godaan'. "Kenapa pilihan yang dingin itu / Terasa menyakitkan untukku? Apakah itu sebuah kesalahan" Bagian lirik "Glass bead yang bening berkilau kini bercahaya merah" juga menghubungkan GFRIEND yang terlahir kembali saat ini dengan GFRIEND di awal debut dengan lagu 'Glass Bead'. Meskipun mereka tidak yakin apakah jalan yang mereka pilih adalah jalan yang benar, tapi kini mereka tahu apa yang mereka inginkan setelah memakan buah terlarang seperti Hawa. 

Di konsep foto 'Tilted', benda-benda yang ada di MV GFRIEND sebelumnya seperti diary, teddy bear, dan bunga, mereka ditempatkan di salah satu timbangan yang menghadap ke barang lainnya: perhiasan, uang, sepatu, dan lainnya. Barang lainnya (perhiasan, uang, dan sepatu) melambangkan hal negatif, simbol 'materialistik' dari kesombongan dan pemborosan. Di konsep tersebut, member GFRIEND dengan berani membandingkan dua keinginan yang bersaing ini. Karena mereka sudah mengikuti lagu yang dinyanyikan Siren dan memakan buah terlarang, GFRIEND sekarang tahu apa yang ingin mereka inginkan. Mereka kini berubah menjadi Sirens, memikat audiens dengan keindahan visual dan suara elegannya. GFRIEND mengubah persepsi 'godaan' yang lama, dan mengubahnya menjadi citra yang baru. 

Title Track album 回:Walpurgis Night 'MAGO' memanggil para penyihir dan menjalankan festivalnya. Seperti yang diceritakan oleh Goethe Faust, malam Walpurgis Night adalah hari yang 'tidak menyenangkan' dan 'kotor' karena keinginan yang dimanjakan secara berlebihan. Ketika dirayakan di masa kini kayu bakar dibakar menggantikan penyihir. Namun, berbeda dengan masa lalu ketika wanita dituduh sebagai 'penyihir' dan tidak dipercaya, GFRIEND mempersembahkan konsep 'penyihir modern' yang mengungkapkan ambisi wanita secara lebih realistis dan lebih detail. 

Di konsep foto 'My Room', member GFRIEND menggambarkan gadis-gadis masa lalu yang akhirnya menuju ujung Labyrinth untuk mengekspresikan keinginan mereka tanpa ragu sesuai dengan tema wanita mandiri yang ditekankan di trilogi '回'. Keinginan wanita tersebut direalisasikan melalui gambar personal mereka, dengan contoh: keinginan material (SOWON), menjadi wujud dari kecantikan (YERIN), dan kebutuhan untuk mengekspresikan diri (SINB)



Tema ini juga berhubungan dengan lirik di final track album terakhir di trilogi '回': Walpurgis Night: Wheel of The Year 'Rasanya aku seperti terperangkap di dalam labirin yang amat besar / Aku selalu berhenti di tengah-tengah persimpangan / Berkeliaran', lalu dilanjut dengan 'Apa jawabannya? Jangan takut.' Seperti lirik dalam lagu tersebut yang belum terlihat akhir kisahnya dan mengarah ke "tempat yang hatiku inginkan", GFRIEND membangkitkan citra wanita yang melakukan segala hal yang dia inginkan--sebagai wanita mandiri yang berani mengungkapkan dirinya--feminism.


Sebelum memulai trilogi '回', GFRIEND memberikan tanda-tanda pertumbuhan mereka dari cara pandang mereka terhadap 'cinta': "Jagalah aku, sehingga aku tidak akan pecah" (Glass Bead), lalu alasan mereka ingin "melewati waktu dan menjadi dewasa" adalah untuk 'kamu' (Rough), karena "Aku (masih) gadis yang malu-malu" (Navillera). Lalu mereka menjadi serius ketika menyanyikan "Fingertip", juga lirik 'Melihat dirimu / Bahkan di masa depan yang tidak pasti / Menjadi sedikit lebih dekat" di "Sunrise", seperti berkata "Kamu adalah segalanya bagiku" kepada orang yang mereka cintai. 

Perkembangan dan perubahan di lirik lagu GFRIEND pada awalnya berpusat kepada orang-orang yang mereka cintai--teman, pacar, dan lainnya. Namun pandangan mereka berganti sedikit demi sedikit dengan dimulainya trilogi "回". Di lagu "Crossroads", fokus tersebut bergeser sedikit kepada 'aku' yang berjuang untuk membuat pilihan di persimpangan, yang menyisakan perasaan kehilangan karena 'segalanya masih tentang dirimu'; sedangkan di 'Labyrinth', pandangan mereka langsung mengarah kepada diri sendiri: 'Jika kamu mau melakukannya untukku, aku akan berjalan hingga akhir."



Perubahan yang lebih besar lagi ada di sepanjang lirik lagu 'From Me' yang berubah dari 'dari aku untukmu' menjadi 'dari aku untukku'. Lima tahun setelah debut mereka, GFRIEND yang tampaknya ditakdirkan untuk berkembang, memilih untuk tidak 'kembali' (makna dari '回'). Mereka memilih untuk tumbuh dengan engubah tema mereka dari 'mencintaimu' ke 'mencintai diriku sendiri', memberikan pesan untuk wanita agar mereka mengarahkan kembali cinta kepada dirinya sendiri agar tetap kuat. Hal ini bisa dilihat dari konsep foto 'My Girls' di album Walpurgis Night. Frame foto dengan kata-kata 'adorable', 'tomboy', dan 'emotional' dipilih oleh member sendiri adalah kata-kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan perempan dan GFRIEND. Tapi di konsep ini, kata-kata tersebut merupakan evaluasi diri mereka pribadi, bukan berdasarkan penilaian orang lain. 

Sekarang, setelah menghadapi pilihan yang tidak pasti (Labyrinth) dan menghabiskan waktu berkeliaran dan goyah terhadap godaan (Song of the Sirens), akhirnya GFRIEND sampai ke festival Walpurgis Night dengan keyakinan terhadap apa yang mereka inginkan. 

Lewat tema 'kecemburuan dan konflik', ketidakpastian, keinginan wanita dan kemandirian diri, trilogi “回” membebaskan persepsi 'wanita sebagai orang yang mencintai' dan memberikan image baru kepada wanita sebagai seseorang yang memiliki banyak keinginan dan sisi. Di lagu "Tarot Cards", mereka berharap orang lain akan memberikan keputusan untuk mereka, namun mereka akhirnya "menemukan jawabannya sendiri" yang dijawab oleh lirik lagu "Three of Cups" - "berbagi humor receh / dan keresahan yang serius / dan akhirnya semuanya tumpah / masa kami yang paling cerah, terang malam ini."


Dengan 'memelintir' kisah klastik, GFRIEND memberikan penegasan dengan 'double negation' (dalam matematika, negatif ditambah negatif sama dengan positif) dengan menangkal kata-kata negatif. Ingatkah kamu kalimat Ko Moon-Young (diperankan Seo Ye-ji) di serial tvN It's Okat to Not Be Okay: "Saya ingin menjadi penyihir cantik"? Di masa kini, ungkapan seperti "penyihir yang ceria" dan "penyihir modern" sudah mulai muncul, padahal kata-kata 'ceria' dan 'modern' biasanya tidak diasosiasikan dengan penyihir. 

Lewat seri album “回”, kisah wanita sepanjang sejarah dibawa kembali oleh GFRIEND melalui motif mitologi dan ditafsirkan ulang dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh GFRIEND dengan kisahnya:  Seorang wanita tanpa nama menghilang, hanya untuk menjadi penyihir modern dan menemukan jalannya sendiri, menerima keinginannya tanpa rasa bersalah. Meskipun menghadapi dunia negatif, mari berfestival (bersenang-senang). Dengan kembang api yang hadir dan festival penyihir yang telah kembali, mari menari untuk diri kita sendiri. GFRIEND akan berada di sana tepat di samping kita semua. 

No comments:

Post a Comment

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES