Saturday, August 16, 2014

Officially 17

Just well, di usia 17 ini bahkan gagal dalam target menulis. Bulan ini saya targetkan untuk menulis sehari satu post. Tapi ternyata sungguh, menulis itu butuh tenaga. Berhubung saya bertubuh lemah, banyak sekali hal yang bisa dijadikan alasan untuk ketidak-istiqamah-an saya, tapi untuk apa disebutkan? Dewasa itu ketika kamu berhenti mengajukan alasan dan memulai perubahan. Yang bahkan saya pun belum bisa melakukannya. Hidup itu bukan cuma sekedar jalan lurus yang mulus.

Ulangtahun saya tahun ini tidak ada perayaan seperti tahun sebelumnya yang diberi surprise oleh teman-teman semasa SMP, atau tahun sebelumnya yang jauh-jauh dikunjungi dari pantai dan mentraktir sebagian teman. Ulangtahun ini menjadi spesial hanya karena saya tambah dekat dengan keluarga sendiri dan juga ulang tahun ini saya lewatkan bersama pacar-yang-asalnya-oshi-di-grup (well, tumbuh dan berkembang dengan oshi adalah moto), di mana tahun ini kami sudah melewati ulangtahun satu sama lain bersama.

Banyak hal yang saya pelajari akhir-akhir ini bahkan tidak perlu dengan 'menyentuh' dunia luar secara langsung. Cukup berdiam di kamar, di rumah dan menyalakan internet. Menjelajah sepuasnya dengan berbagai macam informasi yang masuk. Kebanyakan berasal dari situs ask.fm, dan mulai banyak informasi yang unik ketika salah satu teman, sebut saja mbak K, memasuki wilayah ask.fm, me-like beberapa jawaban yang menurut saya informatif dan berkualitas, sehingga saya pun mengikuti akun yang jawabannya di-like mbak K tersebut.

Sebut saja dengan akun Kak DoriKak TogeOm EjaKak JuniKak Maldi dan Teh Kinan.
Semuanya membuktikan hal yang sama, bahwa kerja keras itu membuahkan hasil yang memuaskan pula. Itu yang saya lihat kesamaan dari mereka semua yang saya sukai. Selebihnya, karena tipe jawaban dan pertanyaan yang ada di masing-masing akun berbeda, saya mempelajari hal yang lain juga.

Saya jadi tahu rasanya bagaimana hidup di Jepang. Untuk merasakan suatu hal, tidak perlu lah memaksakan diri kalau memang belum mampu. Cukup dengan membaca. Tapi saya tidak sarankan membaca artikel yang ada di majalah. Artikel itu kebanyakan hanya bergantung riset dengan tujuan mendapatkan penghasilan, menjadikan tulisan yang dihasilkan kurang 'berjiwa'. Yang saya sarankan adalah membaca blog, dan membaca atau mendengarkan sendiri jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan, yaitu dalam bentuk jejaring sosial ask.fm. Dengan bertanya pada seseorang pun, kita akan mendapatkan kepuasan lebih ketika terjawab langsung, dibanding hanya dengan penasaran dan hanya menggunakan google untuk mencari jawaban.

Saya jadi mengerti untuk apa kerja keras dan belajar. Selama ini saya hanya hidup di lingkungan kecil, sekolah asrama yang sama sekali tidak mengenal dunia luar, yang kami pikir dunia hanya sebulat-bulat itu. Tapi ketika kami keluar dan membuka mata, bahkan dunia lebih sulit dimengerti dari yang kita duga. Jujur, mengerti hal seperti itu bermula semenjak saya berpacaran ini, yang mana pacar saya berumur lebih tua dan lebih berpengalaman, dan senang sekali saya ajak berdiskusi banyak hal. Lepas dari sana, saya sadar saya tidak bisa terus-terusan bertanya banyak hal kepadanya tentang hidup, lama-lama dia akan terganggu juga. Dan memang dia juga yang paling sering menyuruh saya pergi keluar dan mencari hal baru, masa muda memang harus banyak pengalaman dan belajar. Dan, akhirnya saya pun menurut. Dan mengerti. Hidup ini tidak begitu-begitu saja, meskipun satu dan lain hal saling berhubungan.

Saya jadi tahu apa itu pentingnya agama dan sex education di usia dini, juga kenapa mendidik anak menjadi hal yang paling sulit dan sangat penting. Banyak orang yang suka men-judge orang lain dan juga tidak senang di-judge. Pagi ini ada tamu datang ke rumah yang sedang saya tinggali, dan tanpa sengaja saya mendengar pernyataan sebagai berikut:
'Kenapa sih orang-orang suka men-judge orang yang salah, seperti misalkan yang korupsi? Itu toh mereka yang mengerjakan dan tidak ada hubungannya dengan kita. Biarlah urusan mereka itu sama tuhan dan hukum saja, kalau kita ini memangnya siapa?'
Dan, saya berpikir.
Loh, kan memang itu sudah ada aturan dalam negrinya, pantas saja banyak yang men-judge. Karena tugas warganegara itu menaati peraturan. Ketika ada yang menyimpang, maka benarlah dikucilkan, seperti yang kita tahu dari pelajaran sosiologi.

Hubungannya dengan agama, sex education dan mendidik anak adalah, aturannya.

Banyak orang yang suka men-judge oranglain hanya karena agamanya berbeda, orientasi seksualnya berbeda, dan perilaku lainnya yang dianggap menyimpang. Padahal, mari kita lihat. Dunia ini bukan hanya milik kita. Agama itu banyak. Kita meyakini agama yang kita peluk, ya kita ingatkan sesama agama saja, tidak perlu membawa orang lain yang keyakinannya berbeda untuk mematuhi aturan agama kita. Orang yang suka melakukan hal-hal yang diharamkan di agama kita, apapun, jika mereka menganut agama yang berbeda ya biarkan saja. Ini berhubungan dengan toleransi.

Saya jadi mengerti juga kenapa semakin kita dewasa, hidup semakin rumit saja.

Kelas 2 SD kita diajarkan di pelajaran PKn, dengan toleransi. Menerima orang lain yang keyakinan dan sudut pandangnya berbeda, itu menurut saya. Dan, di Wikipedia disebutkan,


Yang kita tahu harus kita miliki. Tapi, ketika saya duduk di kelas 12, ada hal yang janggal di buku pelajaran agama saya, dan apa yang dipelajari. Saya ingat sekali kejadian di mana hari itu ada ujian, semacam kuis dan ada pertanyaan, 'Adakah toleransi beragama?' Dan saya menjawab 'Ada', dan jawaban saya disalahkan.
Saya memang menjawab tanpa membaca buku atau belajar terlebih dahulu (karena memang pada dasarnya saya pemalas), hanya menjawab berdasarkan sepengetahuan saya. Dan bahkan di buku pun tertulis, toleransi beragama dalam sudut pandang kelas 12 ini tidak ada.
Nah.

Ini adalah contoh kecil, kenapa seiring berkembangnya kita, semakin juga hidup makin rumit. Mana moto Indonesia yang 'Bhineka Tunggal Ika'?

Dan, pengetahuan itu menjadi hal yang sangat penting. Kita bahkan bisa tau hal itu buruk apa tidak hanya dengan belajar dari pengalaman oranglain. Masa muda dan hidup itu memang cuman sekali, sungguh sayang untuk disia-siakan. Meskipun sebenarnya saya juga hanya mencari pengalaman dari dunnia maya, tapi setidaknya itu juga pengetahuan. Definisi menyia-nyiakan waktu pun berbeda bagi tiap orang.

Terlepas dari segala hal, saya menyesal karena bulan ini tidak menyelesaikan target, yang seharusnya sehabis post tentang SD, saya melanjutkan tentang SMP, SMA, orangtua, adik, dan sebagainya yang berkaitan dengan hidup saya. Tapi di samping itu saya menemukan hal baru juga, jadi rasa sesal sedikit terobati. Saya akan post lagi sesuatu yang baru besok.

Di dunia ini, tidak ada yang paling menyejukkan dan meneduhkan lagi selain kasih sayang Ibu. Ketika saya berulangtahun pun, ibu saya mengirim SMS, karena kami memang jarang bertemu dan kebetulan kami sedang tidak satu atap.

'Tujuh belas tahun yang lalu, tepat jam duableas Bunda melahirkan putri mungil yang menjadi dambaan. Sekarang dengan beriringnya waktu, putri kecilku sudah beranjak dewasa. Tujuh belas tahun usia yang begitu bermakna dalam segala hal. Bunda doakan  mudah-mudahan putriku selalu diberkahi Allah. Dimudahkan dalam segala urusan, tambah dewasa, sayang sama keluarga. Aamin.'

Ya, tujuhbelas tahun memang usia yang begitu bermakna dalam segala hal.

Meskipun kami sering berbeda pendapat dalam segala hal dan orangtuaku menganut prinsip 'Orangtua selalu benar', kami sudah seharusnya saling menyayangi. Bahkan tanpa perlu berargumen dan menyatakan, aku tahu.

Tujuhbelas tahun ini, aku mendapatkan cinta dari berbagai sisi. 

No comments:

Post a Comment

Aku jarang balas komentar di sini, kalau mau jawaban yang fast response boleh DM ke Instagramku (atau twitter) di @safiranys ya!

COPYRIGHT © 2017 · SAFIRA NYS | THEME BY RUMAH ES